Tugas Kuliah

 

Paper Bisnis Kehutanan                                                                    Medan,  Maret 2021

BISNIS KOPI

 

 Dosen Penanggungjawab:

Dr. Agus Purwoko, S.Hut., M.Si.

Disusun Oleh:

Josua Siahaan

181201088

MNH 6










DEPARTEMEN MANAGEMENT HUTAN

FAKULTAS KEHUTANAN

UNIVERSITAS SUMATERA UTARA

MEDAN

2021


ABSTRAK

            Kopi merupakan komoditas ekspor penting bagi Indonesia yang mampu menyumbang devisa yang cukup besar. Kabupaten Bandung Barat merupakan salah satu kabupaten di Provinsi Jawa Barat yang mempunyai potensi cukup besar untuk pengembangan komoditas kopi arabika. Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang, merupakan salah satu daerah penghasil kopi arabika di Kabupaten Bandung Barat. Namun demikian ada beberapa kendala dalam pengembangan usaha tani kopi arabika di antaranya pemanfaatan sumber daya lahan, aspek panen dan pascapanen, kualitas serta aspek kelembagaan. Oleh karena itu, perlu dirumuskan strategi pengembangan usaha yang dapat diterapkan pada petani kopi arabika. Data dan informasi yang dibutuhkan berupa data primer dan data sekunder. Data yang terkumpul dianalisis dengan menggunakan analisis SWOT dan QSPM. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa dalam upaya membantu petani mengembangkan usahanya, ada beberapa strategi yang menjadi prioritas untuk dijalankan yaitu mengembangkan pengolahan hasil usaha tani, meningkatkan keterampilan teknis usaha tani untuk peningkatan mutu produk, memberdayakan kelompok usaha tani untuk lebih meningkatkan usahanya

 


 

DAFTAR ISI

                                                                                                                             Halaman

KATA PENGANTAR............................................................................................ i

DAFTAR ISI.......................................................................................................... ii

                    PENDAHULUAN

Latar Belakang.................................................................................................

Masalah...........................................................................................................

Tujuan.............................................................................................................

                    TINJAUAN PUSTAKA 

                    PEMBAHASAN

Pembahasan.....................................................................................................

                     KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan .....................................................................................................

Saran...............................................................................................................

 

 

 

 


 

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Kopi merupakan komoditas perkebunan yang memegang peranan penting dalam perekonomian Indonesia.Indonesia kini merupakan salah satu negara produsen kopi terbesar dunia setelah Brazil dan Vietnam dengan sumbangan devisa yang cukup besar. Menurut data International Coffee Organization (ICO), pada 2015 Indonesia memperoleh devisa sebesar US$1.20 miliar. Devisa sebesar itu diperoleh dari ekspor biji kopi robusta dan arabika sebanyak 446.279 ton meningkat dari tahun sebelumnya yang hanya mencapai 368.817 ton. Volume ekspor kopi Indonesia rata-rata berkisar 430.000 ton/ tahun meliputi kopi robusta 85% dan arabika 15% (Indonesia Investment, 2015).

Kopi yang dihasilkan di Jawa Barat dikenal dengan nama kopi Arabica Java Preanger yang sudah terkenal ke seantero dunia sejak abad 18. Kopi tersebut memiliki rasa yang khas, gurih, lembut, bulat dan tidak membosankan. Dengan demikian, kopi tersebut selalu dicari oleh para penikmat kopi dunia. Luas areal potensial untuk budi daya kopi Indikasi Geografis Kopi Arabika Java Preanger secara keseluruhan sekitar 326.166,46 hektar terdiri dari lahan budi daya rakyat adalah 162.220,76 hektar dan hutan lindung seluas 163.945,70 hektar. Selama ini, kopi Arabika ditanam oleh para petani terutama masyarakat petani sekitar hutan yang diizinkan oleh Perhutani dalam sistem Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM), namun ada juga yang ditanam pada areal milik PLN dan banyak yang ditanam di lahan milik petani itu sendiri. Potensi pasar domestik dan ekspor, sangat menjanjikan. Namun demikian, harga di tingkat petani sangat variatif dan fluktuatif, petani belum menikmati keuntungan yang optimum, karena sistem perdagangan kopi belum menguntungkan petani (Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis, 2012).

Kabupaten Bandung Barat mempunyai potensi yang besar untuk pengembangan komoditas kopi arabika yang saat ini sudah dibudi dayakan salah satunya di kawasan Gunung Manglayang, Kecamatan Lembang. Desa Suntenjaya, Kecamatan Lembang merupakan salah satu daerah penghasil kopi arabika di Kabupaten Bandung Barat yang berada di pegunungan Manglayang Barat. Saat ini petani melakukan usaha budi daya kopi arabika di atas lahan milik Perum Perhutani KPH Bandung Utara secara agroforestri dengan tanaman hutan yaitu pinus. Walaupun daerah ini memiliki kesesuaian lahan dan mikroklimat untuk budi daya kopi, namun sebagian besar petani kopi masih menghadapi beberapa kendala seperti kurangnya akses kelompok tani terhadap informasi teknologi budi daya dan pascapanen kopi, keterbatasan modal, rendahnya inovasi untuk pengemasan produk dan jaringan pemasaran; terbatasnya jumlah petani yang memiliki pengetahuan dan keterampilan untuk mengolah kopi secara benar dan tepat sesuai standar operasional prosedur. Permasalahan–permasalahan yang dihadapi oleh petani kopi di Desa Suntenjaya memerlukan strategi pemecahan masalah yang tepat untuk pengembangan kopi di desa penelitian. Oleh sebab itu, menarik untuk diteliti mengenai bagaimana strategi pengembangan usaha tani kopi arabika di Desa Suntenjaya Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat.

1. Masalah

            Berdasarkan latar belakang di atas, permasalahan yang ingin dijawab dan dibahas dalam tulisan ini adalah:

1. Bagaimana Mengembangkan Pengolahan Hasil Usaha Tani?

2. Bagaimana Peningkatan Keterampilan Teknis Usaha Tani Untuk Peningkatan Mutu Produk?

3. Bagaimana Pemberdayaan Anggota dan Kelompok Usaha Tan?i

4. Bagaimana Peningkatan Akses Permodalan?

5. Bagaimana Mengoptimalkan Kapasitas Produksi?

6. Bagaimana Mengoptimalkan Lahan Usaha Tani?

2. Tujuan

            Tujuan dari paper ini iyalah untuk mengetagui:

1. Untuk Mengetahui cara Mengembangkan Pengolahan Hasil Usaha Tani?

2. Untuk mengetahui Peningkatan Keterampilan Teknis Usaha Tani Untuk Peningkatan Mutu Produk?

3. Untuk melihat Pemberdayaan Anggota dan Kelompok Usaha Tan?i

4. Untuk Peningkatan Akses Permodalan?

5. Untuk dapat Mengoptimalkan Kapasitas Produksi?

6. Untuk mengetahui Mengoptimalkan Lahan Usaha Tani?

TINJAUAN PUSTAKA

Kopi merupakan minuman internasional dan digemari oleh bangsa-bangsa di seluruh dunia yang sudah menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari-hari. Saat ini kopi merupakan salah satu bahan perdagangan penting dunia dan melibatkan jaringan perdagangan antar bangsa dari negara-negara berkembang ke negara-negara maju yang merupakan konsumen utama (Siswoputranto, 1993). Salah satu daerah penghasil utama kopi di Indonesia adalah provinsi Aceh, selain provinsi Lampung, Sumatera Selatan dan Bengkulu. Pola perkebunan rakyat merupakan pola pengusahaan kopi yang terbesar, sedangkan perkebunan swasta hanya sebagian kecil. Pusat penghasil tanaman kopi di Provinsi Aceh terdapat di Kabupaten Aceh Tengah dan Kabupaten Bener Meriah. Kedua daerah ini menjadikan kopi sebagai prioritas utama dalam peningkatan produksi dan kualitas untuk perencanaan pembangunan perkebunan ke masa yang akan datang. Kopi Gayo Arabika asal Kabupaten Bener Meriah sudah lama dikenal oleh kalangan pengusaha kopi baik itu tingkat Regional, Nasional dan Manca Negara

Prospek kopi semakin menjanjikan dengan semakin luasnya pasar, namun sering kali petani tidak mendapatkan keuntungan dari nilai tambah kopi yang telah diolah. Hal ini disebakan ekspor kopi Arabika mentah (biji) harganya lebih murah dibandingkan kopi Arabika yang telah di olah. Permintaan terhadap kopi arabika olahan sekarang sudah mulai meningkat, dan supaya petani tetap mendapatkan nilai tambah dari kopi arabika adalah dengan cara mengolah biji kopi arabika tersebut menjadi sebuah produk siap saji (Yodhi, 2006).

Bergendaal menjadi salah satu industri kopi olahan pertama di Bener meriah, dan sudah menghasilkan produk kopi Arabica bermerek dagang juga dengan nama yang sama Bergendaal Koffie, kawasan Asia merupakan negaratujuan ekspor dari Bergendaal Koffie.Pemilihan strategi yang tepat dalam proses pemasaran akan sangat mempengaruhi terhadap tercapainya tujuan industri. Dalam hal ini industri Bergendaal Koffie harus menerapkan strategi-strategi pemasaran. Untuk itu diperlukan suatu penelitian tentang strategi pemasaran kopi arabika yang tepat bagi industri Bergendaal Koffie di Bener Meriah.

 

PEMBAHASAN

1. Mengembangkan Pengolahan Hasil Usaha Tani

Pengembangan pengolahan hasil usaha tani ini merupakan strategi utama (TAS = 6.90) dalam pengembangan kopi arabika di Desa Suntenjaya. Buah kopi hasil panen, seperti halnya produk pertanian yang lain, perlu segera diolah menjadi bentuk akhir yang stabil agar aman untuk disimpan dalam jangka waktu tertentu (Budiman, 2012). Kopi arabika dalam bentuk gabah kering masih merupakan bahan baku yang harus diolah lagi menjadi berbagai produk olahan berbahan dasar kopi, yang paling mudah adalah dengan cara diolah menjadi kopi bubuk yang dikemas semenarik mungkin sehingga memiliki nilai jual yang tinggi. Selain itu, banyak produk olahan kopi lainnya yang masih Tabel VI Pendapatan Usaha Tani dengan Beberapa Cara Pengolahanbisa dihasilkan dengan inovasi-inovasi yang sesuai dengan perkembangan zaman saat ini. Budaya minum kopi yang sedang menjadi tren di masyarakat saat ini menjadi salah satu modal dalam pemasaran produk olahan kopi arabika.Petani kopi arabika dapat meng-olah hasil usaha taninya menjadi berbagai produk olahan yang berbahan dasar kopi antara lain kopi bubuk dalam kemasan, brownies, minuman olahan kopi dalam kemasan, permen dan produk olahan lainnya. Sebagai contoh, apabila hasil produksi kopi diolah menjadi produk olahan misalnya kopi bubuk dalam berbagai kemasan, akan dapat meningkatkan pendapatan petani menjadi lebih besar (tabel VI).Strategi pengolahan lebih lanjut pada hasil usaha tani kopi arabika, salah satu contohnya dengan mengolah menjadi kopi bubuk

2. Peningkatan Keterampilan Teknis Usaha Tani Untuk Peningkatan Mutu Produk

Bimbingan dan pembinaan dari instansi terkait kepada petani kopi arabika berupa aspek teknis budi daya dan operasionalnya mulai dari perencanaan, proses produksi, panen dan penanganan hasil panen serta pemasaran. Kegiatan sebaiknya diikuti petani, pengolah, pedagang pengumpul, pengusaha, masyarakat dan pemerintah sebagai fasilitator. Pihak eksportir juga perlu melakukan pembinaan kepada petani sebagai penyuplai kebutuhan bahan baku sehingga mutu produk tetap terjamin. Peran lembaga penelitian juga sangat penting sebagai pengembangan dan penyalur ilmu pengembangan dan teknologi. Begitu juga peran perguruan tinggi diharapkan mampu meningkatkan mutu kopi arabika yang dihasilkan.

3. Pemberdayaan Anggota dan Kelompok Usaha Tani

Salah satu kelemahan industri kopi arabika adalah kelembagaan kelompok-kelompok usaha yang ada tidak berjalan dengan baik. Hal ini disebabkan kurangnya pembinaan dari pemerintah. Terkait hal tersebut, salah satu program pemerintah yaitu pengembangan sumber daya manusia perlu dilakukan sebagai upaya pembinaan dalam meningkatkan jiwa wirausaha bagi petani kopi arabika di Desa Suntenjaya. Pemberdayaan masyarakat melalui proses pendidikan untuk mengubah pola pikir masyarakat yang awalnya menganggap usaha tani kopi arabika suatu usaha yang tidak memiliki prospek secara ekonomis, padahal bila dikelola dengan baik, usaha tani kopi arabika dapat menjadi sumber pendapatan baru yang prospektif bagi masyarakat.

4. Peningkatan Akses Permodalan

Pencarian sumber pendanaan harus dilakukan dengan berkoordinasi dengan pemerintah ataupun pihak lain. Pada saat ini, pemerintah telah menerapkan program peningkatan usaha tani seperti bantuan permodalan usaha melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang bersyarat ringan dan berbunga rendah. Melalui kelompok usaha bersama, petani dapat menjalin kerja sama dengan pihak lembaga keuangan tersebut.

5. Mengoptimalkan Kapasitas Produksi

Peningkatan kapasitas produksi dapat dilakukan dengan berbagai cara, seperti: (a) meningkatkan mutu produksi, (b) memunculkan ciri khas produk untuk mengantisipasi persaingan usaha, (c) menghindari kerusakan fisik sarana tani dan tanaman kopi arabika, serta menghindari pengrusakan terhadap kawasan hutan, (d) upaya pengamanan baik secara perorangan maupun kelompok harus dilakukan dalam menghindari pencurian, bukan hanya terhadap tanaman itu sendiri tapi juga fasilitas usaha tani yang digunakan.

6. Mengoptimalkan Lahan Usaha Tani

Potensi lahan usaha tani kopi arabika di Desa Suntenjaya meliputi lahan perhutani yang masih belum dikelola di Desa Suntenjaya. Melihat potensi lahan, sumber daya manusia dan pasar masih sangat besar maka potensi sumber daya yang ada perlu diberdayakan. Berdasarkan aspek kekuatan dan peluang yang ada maka usaha tani kopi arabika di Desa Suntenjaya memungkinkan untuk dilakukan peningkatan produksi lebih besar daripada hasil yang saat ini sudah diraih, yaitu dengan mengoptimalkan lahan usaha tani.7. Memperluas dan Mempertahankan Jaringan PemasaranInformasi pasar yang lengkap akan memudahkan penentuan jaringan pemasaran yang sesuai untuk dikembangkan agar dapat menjangkau seluruh potensi pasar yang ada. Petani perlu menjalin kerja sama dengan pengusaha dalam hal kelancaran pasokan bahan baku yang diperlukan industri guna mendukung kapasitas produksi. Strategi-strategi tersebut dapat diterapkan secara bersamaan, karena masing-masing strategi saling memiliki keterkaitan satu dengan yang lainnya. 

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

            Peminat kopi di indonseia sangatlah banyak dari berbagai kalang, dari kalangan anak-anak hingga kalangan orang tua. tekstur dan rasa kopi yang ada pahitnya adalah ciri khas yang dimiliki oleh kopi itu sendiri. Banyak pebisnis yang melihat peluang dari bisnis kopi karena tanaman kopi itu sendiri sangatlah mudah untuk di tanam di wilayah indonesia. Dan banyak inovasi yang dapat diciptakan dari tanaman kopi.

Saran

            Ketika kita ingin memulai bisnis, jangan terlalucepat puas dengan apa yang sudah kita dapatkan selalulah belajar untuk mengembangkan ilmu yang sudah kita dapat.



Komentar

  1. Wah iya bener juga. Pengen bisnis kopi jadinya

    BalasHapus
  2. Bisnis yang menjanjikan sekali ini
    Banyak anak muda penggemar kopi
    Semangat min, terimakasih info nya

    BalasHapus
  3. Informasinya sangat bermanfaat, terimakasih infonya min

    BalasHapus
  4. Jadi pengen dibeliin kopi janji jiwa deh

    BalasHapus
  5. Tidak heran sebenarnya kopi ini sangat lah laris dipasaran, tapi dengan adanya tulisan ini tidak hanya bagaimana orang menikmati olahnya tapi bagaimana supaya bisnis kopi ini semakin bagus dan menjanjikan kedepannya

    BalasHapus
  6. Makasih infonya min, dengan info tersebut dapat dilihat bahwa potensi bisnis kopi sangat menjanjikan..

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Analisis Ekonomi Kehutanan